Archive for the ‘Proses Pembelajaranku…’ Category

Beberapa bulan terakhir ini, Lexa sering ngalamin panas. Entah itu mo sakit flu, batuk, mo tumbuh gigi atau yang biasa orang tua2 bilang mo nambah pinter *kalo yang satu ini aku blm nemu korelasi ilmiahnya,meski gk bilang salah juga sih… ;p *

Sempat beberapa kali tiap dia panas tinggi *bahkan suhunya sampe 38°C* aku langsung bawa ke dokter, karena kuatir muncul kemungkinan sakit lain yang lebih serius. Yang terakhir adalah ketika dia mo tumbuh gigi, sampe 5 hari Lexa alami panas tinggi, dari yang tanpa flu, sampe dia kena flu & batpil *berujung pada teparnya mama akibat begadang tiap hari. hiks*

Udah 3 DSA aku datangi hanya untuk menurunkan panas tingginya Lexa. Biasanya waktu bayi dulu, tiap abis imunisasi yg bikin panas, cukup aku kasih ASI banyak2 aja panasnya langsung turun gak sampe ganti hari. Tapi kali ini, kok gak ada perubahan ya… Udah hampir putus asa, krn udah ganti dokter n obat2an diminum lexa, sampe mama gak tega liatnya. Meskipun secara aktivitas n pola makan, gak ada perubahan berarti. Lexa tetep maen2 seperti biasa n maemnya pun masih banyak seperti gk sakit. Tapi suhu badannya yang tinggi tetep gak bisa bikin mama tenang.

ini dia penampakan daun banten

ini dia penampakan daun banten

Kebetulan, bi Hur (ART di rumah Omanya Lexa) tau, dan dia bilang kalo ada obat tradisional yang biasa dipake di NTB sini, namanya daun banten.  Aku kurang tau apa sebutan untuk daun banten ini kalo di Jawa. Tapi kalo diliat2 dr bentuknya dan fungsinya, sepertinya daun banten biasa disebut daun dadap kalo menurut istilah umumnya.

daun banten close up

daun banten close up

Oleh bi Hur, daun banten yang udah didapet tadi *pohon banten biasa tumbuh di pinggir jalan & digunakan untuk pagar oleh warga sini* diuleg dan digunakan untuk tapel di kepala lexa. Dan Puji Tuhan, gak sampe sehari, ternyata panas demam yang udah bikin kita kuatir itu perlahan2 turun n gk kembali lagi.

daun banten

daun banten

Ajaib! Ternyata obat demamnya lexa hanya beberapa lembar daun banten yang gratis dan tersedia di alam bebas. Sementara obat dokter yang menelan biaya hingga ratusan ribu tdk berhasil menurunkan panas demamnya.  Sejak saat itu, aku selalu menggunakan daun banten setiap lexa mengalami panas demam. Alam ternyata sangat baik, dan Tuhan juga luar biasa baiknya, hanya saja, kita manusia yang harus bersahabat dg alam, agar bisa mendapatkan manfaat yang positif darinya.

Aku harus bersyukur senantiasa….
Atas segala kenikmatan yang Tuhan udah kasih untukku
Mungkin aku lengah selama ini
Tuhan mencintaiku dengan cara-Nya
Cara yang gak pernah aku duga dan sangka

(lebih…)

Untuk anakku yang kukasihi….
Dengarlah ini, nak….
Mungkin Ibu tak bisa memberikanmu harta
Tak juga bisa memberikanmu tahta
Ibumu hanya bisa memberikanmu pesan-pesan
Untuk bisa kau jadikan bekal di dalam hidupmu kelak
Agar kau bisa menjadi manusia tegar dan kuat
Dalam menjalani hidupmu
Lebih tegar dan kuat dari ibu dan bapakmu
Tapi tetap peganglah martabat dan nama baik keluarga
“Jadilah pejuang, jangan jadi pengecut….”
Karena dunia sudah cukup penuh sesak dengan pengecut kehidupan
“Jadilah pemaaf dan pengampun, jangan jadi orang bodoh….”
Karena samudera maaf kini sudah mulai dangkal dikikis oleh pengkhianatan
“Jadilah seorang yang menghargai waktu, jangan jadi pengobral janji….”
Karena dunia berputar begitu cepat dan waktu tak dapat berulang kembali
Jikalau engkau sudah merasakan hawa duniawi kelak,
Tetaplah berjaga-jaga senantiasa
Karena apa yang kau lihat dan rasakan kelak
Hanyalah semu belaka
Tetaplah menjadi manusia kuat, tapi jangan sampai jadi manusia angkuh
Tetaplah menjadi manusia sabar, tapi jangan mau dibodohi oleh kehidupan di sekelilingmu
Tetaplah menjadi manusia ikhlas, tapi tetap punyalah martabat dan harga diri
Tetaplah pasrah pada kehendak Tuhan, tapi tetap terus berjuang demi hidupmu
Ibu akan terus menjaga dan mendoakan yang terbaik buatmu, anakku
Dirimulah yang akan mengubur kisah masa lalu orang tuamu dan menanaminya dengan benih kebajikan
Dirimulah yang akan menghantar doa-doa Ibu Bapakmu dalam rupa kebahagiaan
Karena kelak engkau akan menjadi pendoa bagi Ibu Bapakmu….
Karena hanya padamu lah harapan dan cita-cita kami digantungkan
Semoga….

Ada satu kategori baru aku tambahin dalam Blogku kali ini. “Proses Pembelajaranku…. ” Mungkin agak melenceng dari tema blogku kali ini. Cuman karena aku bikinnya setelah berkeluarga, ya sudah gpp aku masukin aja sekalian ke dalam blog ini. Karena yang namanya belajar atau proses pembelajaran itu gak akan pernah berhenti dalam kehidupan kita.

Bisa jadi ini proses pembelajaran dalam hal spiritualitas kita, atau proses pembelajaran utk bisa lebih pasrah, sabar dan ikhlas dalam menghadapi hidup. Mengingat semakin kita bertambah tua, semakin banyak juga proses yang diperlukan utk menjadi lebih dewasa.

Kalopun kadang ada aku selipin unsur religi di dalamnya, bukan berarti trus aku ingin berlagak sok tau atau sok pintar atau bahkan sok suci, tapi hanya sekedar ingin membuka mata saja, bahwa dalam agama apapun, pasti akan diajarkan mengenai kebaikan. Cuman dari sudut mana kita akan menilai dan mengamalkan nilai2 itu dalam kehidupan kita. Gada salahnya kita belajar dari sesama dan perbedaan yang kita temui dalam lingkungan kita kan? Toh pelangi tampak indah karena tersusun dari spektrum warna yang berbeda2 kan? Itulah prinsip hidup yang musti diterapkan dalam hidup yang majemuk ini.

Shaloom, Kiranya Tuhan memberkati….