Prosesi Pernikahan (episode -1)

Posted: Desember 11, 2009 in And now I pronounce you as husband and wife
Tag:

mukaku di-makeover oleh bu Bety

pengantin prianya didandanin juga donk....

Pagi harinya, tanggal 20 November 2009. Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu itupun tiba. Pagi2 subuh, aku udah dibangunin ama ibu buat bersiap2.

bapakku juga didandani biar ganteng

suasana make over

Begitu perias beserta asisten2nya tiba di rumah, aku langsung dihandle ama beliaunya. Karena kebiasaan di Jawa, dukun manten cuman handle sang pengantin saja, kali ini aku emang khusus dipegang ama bu Bety. Kelar mandi, aku langsung di-makeover. Sementara keluarga (Ortu, Mertua dan Saudara2) beserta kru acara (penerima tamu dan pemegang kembar mayang) dipegang oleh para asisten.

pembenahan ulang sebelum berangkat ke Gereja

mobil penganten masuk ke halaman Gereja

Dengan menggunakan kebaya tile warna putih dan masku menggunakan beskap warna putih, kesucianacara saat itu semakin terasa. Jadwal misa pemberkatan nikah adalah pukul 09.00 wib. Kamipun sudah siap untuk berangkat pukul 08.30 wib. Menggunakan mobil pengantin yang udah disiapin bu Bety (two thumbs up buat bunda yang satu itu! karena semua acara dihandle oleh beliau) kamipun menuju gereja bersama para rombongan.

menuju ke Gereja...

menunggu kedatangan romo

Sampe di gereja pukul 08.45 wib, aku dan mas menunggu di depan pintu Gereja. Sambil nunggu Ortu minta ijin dan kesediaan Romo untuk memberkati kami (thx 2 romo Didik yang udah bersedia memberikan berkat bagi kami). Dan pukul 09.00 wib Romo siap untuk memulai misa. Kami disambut di pintu Gereja. Dari pihak keluarga, ada Bp. Agus Kemin yang mewakili penyerahan dan permohonan untuk dilakukan pemberkatan, Romo pun bersedia untuk memberikan berkat.

diperciki air suci

penyerahan mempelai ke Gereja

Kami diperciki air suci sebelum masuk ke dalam Rumah Tuhan. Dan lagu pembukaan mengiringi kami masuk ke dalam gereja, suasana semakin syahdu. Kali ini, banyak2 terima kasih kami sampaikan buat keluarga besar Wilayah II Gereja St. Willibrordus Cepu yang udah luangin waktu untuk menjadi grup paduan suara pengiring pemberkatan nikah kami.

masuk ke dalam gereja

grup paduan suara dari Wilayah II Gereja Katolik St. Willibrordus Cepu

Misa pemberkatan dilaksanakan kurang lebih sejam. Sampe dengan pukul 10.00 wib kamipun resmi menyandang status sebagai suami dan istri dan sah menurut Gereja Katolik. Setelah nyelesaiin berkas2 administrasi surat-menyurat di Gereja, sesion selanjutnya adalah pengambilan gambar di gereja dan kemudian mengurus administrasi surat-menyurat dengan Catatan Sipil di aula Gereja. Proses Catatan Sipil ini memakan waktu kurang lebih setengah jam. Sebelumnya diberikan penjelasan mengenai UU Perkawinan No. 1 tahun 1974 tentang hak dan kewajiban suami-istri beserta aturan hukum yang mengatur mengenai perkawinan di Indonesia. Setelah selesai pemaparan dari perwakilan Catatan Sipil kab. Blora itu, kamipun menandatangani Akte Pernikahan dan menerima Akte Pernikahan kami. Kamipun sudah berhak disebut sebagai suami-istri dan sah menurut Negara.

Kami beserta rombongan pun pulang untuk melanjutkan prosesi pernikahan menurut adat Jawa di rumah… Cerita berikutnya ditaruh di episode -2.

pembacaan sumpah perkawinan

pemasangan cincin

penandatanganan berkas pernikahan dari Gereja

penandatanganan berkas oleh para saksi

devosi ke bunda Maria

berfoto bareng Romo Didik

mendapat pengarahan dari Catatan Sipil

penandatanganan akte pernikahan

penyerahan akte pernikahan

penyerahan akte pernikahan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s