Persiapan Pernikahan (episode -5)

Posted: Desember 10, 2009 in Pre Wedding Preparation

Hari Kamis, tgl 19 November 2009, sehari sebelum acara emang lagi banyak2nya kegiatan, selain kenduren, pasang terop, ada juga kegiatan persiapan menjelang acara yaitu menghias kamar pengantin dan kerikan. Untuk urusan menghias kamar pengantin udah dipercayakan sama temen gereja yang udah biasa menjadi langganan untuk acara2 semacam gini. Ama ibu diambilin sekalian satu paket, untuk bunga2 yang disiapin untuk dihias di kamar pengantin, mobil pengantin dan di dalam gereja. Untuk bunga hiasan yang dipasang di pelaminan udah sepaket dengan pelaminan itu sendiri, dihandle ama bu Bety.

ranjang pengantin yang akan digunakan

gak lupa disiapin kipas angin. biar gak kepanasan. hehehe...

Kamarku dihiasnya gak yang mewah2 amat. Karena konsep acaranya simpel, so hiasannya pun jg dibikin simpel. Menggunakan ranjang yang sudah berumur (notabene ranjang besi ini jg dipake ortuku buat bikin ketiga anak2nya, hehehe…) maka kami pun mendapat kehormatan untuk menggunakan ranjang ini sebagai tempat peraduan kami.

dr sudut kaca riasnya

sisi luar kamar pengantin

Ditutupi sprei warna putih gading polos yang spesial dijahit oleh ibuku sendiri, menambah nilai plus ranjang itu. Ya iya lah, secara jahitnya penuh dengan rasa kasih dari seorang ibu untuk anaknya, pasti harganya tak ternilai…

Tembok2 dan pintu kamar ditutupi dengan tirai warna putih dan kuning, bunga dipasang di ranjang dan pintu. Cukup simpel kan. Tapi wanginya, bener2 bikin kayak kamar penganten beneran (lho?!?! ;p)

rambut masku dikerik

sekarang giliranku yang dikerik

Kelar kamar dihias, aktivitas selanjutnya adalah prosesi kerikan. Kerikan ini dilakuin langsung oleh Bu Bety, perias kami. Kerik (cukur) ini biasanya dimaksudkan sebagai pertanda bahwa kita sudah bukan anak2/remaja lagi dan akan memasuki fase dewasa. Karena itu, rambut lembut yang ada di jidat dan leher kita yg orang sering bilang rambut remaja akan dicukur.

pelaminan yg udah kelar dikerjain

bapak2 pada njagong dan melekan

Kelar dikerik, selanjutnya kami musti istirahat buat persiapan bangun pagi besok dan untuk upacara pemberkatan serta resepsi seharian. Karena musti bangun pagi2 banget, maka kali ini sang pengantin musti segera masuk kamar masing2. Masku pun segera balik ke penginapan. Sementara aku masih nunggu tamu perwakilan bidangku dari Mataram yang baru datang malem itu. Sembari ngintip persiapan pelaminan dan ngeliat tetangga sedang njagong serta melekan di rumah. Hehehe… Sampe mata berat dan badan penat, akhirnya aku pun menyerah dan rebah di tempat tidur sampe pagi harinya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s